Tag Archives: perdana menteri

Raja Al-Muqaddimah Menunjuk Perdana Menteri Baru

Raja Al-Muqaddimah bersama Perdana Menteri baru, Moch Gandra.

AIMNN (02/04) – Perdana Menteri baru Al-Muqaddimah, Moch Gandra Al-Ghazali, telah memulai pekan pertamanya bekerja sebagai perdana menteri, setelah ia dilantik untuk posisi tersebut oleh Raja Abdullah Allero I pada Rabu kemarin (01/04).

Penunjukan Moch Gandra sebagai perdana menteri baru adalah keputusan Raja setelah memakzulkan perdana menteri sebelumnya, Moch Nabil pada 20 Maret lalu. Pemakzulan tersebut dilakukan karena kinerja Moch Nabil yang buruk, terlebih setelah adanya tuduhan tindak korupsi yang dilakukan olehnya.

Setelah pemakzulan Moch Nabil, Raja memutuskan untuk mengambil alih sementara pemerintahan negara secara langsung. Karenanya, Moch Gandra yang telah menerima titah penunjukannya sebagai perdana menteri pada 21 Maret, baru dilantik pada 1 April kemarin.

Tugas-tugas berat telah menunggu perdana menteri Moch Gandra saat ini, terutama adalah untuk melakukan penanganan penyebaran wabah Covid-19 di teritori Al-Muqaddimah. Pada akhir Maret lalu, pemerintah Al-Muqaddimah telah menutup perbatasan negara dan membatasi aktivitas umum. Kebijakan tersebut tetap akan dilanjutkan di bawah kepemimpinan Moch Gandra.

Perdana Menteri Al-Muqaddimah Dimakzulkan Raja

Raja Al-Muqaddimah Abdullan Allero I dan PM Moch Nabil Ierfany (kiri) sebelum keputusan pemakzulan.

AIMNN, 21/03 – Raja Al-Muqaddimah Abdullah Allero I telah mengeluarkan keputusan untuk memakzulkan Perdana Menteri Mochammad Nabil Ierfany dari jabatannya, kemarin (20/03).

Perdana Menteri Moch Nabil telah mendapatkan kecaman akhir-akhir ini, ia dianggap tidak niat bekerja karena gagal menunjukkan hasil kerja yang telah dijanjikan. Kecaman semakin menjadi setelah ia dicurigai melakukan tindakan korupsi pada saat memerintah.

Keputusan tersebut dibuat oleh Raja setelah mendengarkan keluhan rakyat, terlebih setelah munculnya tuduhan korupsi yang merupakan kasus kejahatan besar di Al-Muqaddimah. Hal-hal tersebut memperkuat Raja untuk segera mengambil tindakan, yang kemudian memutuskan untuk memakzulkan Moch Nabil.

Keputusan tersebut merupakan intervensi Raja terhadap pemerintahan yang gagal berjalan, terlebih karena keengganan Moch Nabil untuk mundur dari jabatannya setelah beragam pihak menarik dukungan dari Moch Nabil sejak awal tahun ini.

PM Menerima Pemecatan

Moch Nabil dilaporkan telah menerima pemecatannya setelah berulang kali menolak permintaan mundur dari jabatannya, ia juga bersedia mundur segera setelah pernyataan pemakzulan.

Sebelum ia mundur, Moch Nabil telah menyelesaikan perumusan Undang-Undang Dasar baru pada pekan ini (18/03), dan telah ditandatangani Raja untuk dapat segera diberlakukan.

Raja juga dilaporkan telah mengantongi nama Perdana Menteri baru yang akan diumumkan sehari sebelum pelantikan dan awal masa kerjanya pada 1 April nanti.