Daily Archives: 4 March 2020

Harjakarta Capital Relocation Plan Hindered by Survey Results on Knowledge about Nation

Harjakartan Flag

(Harjakarta) – Harjakartan Great Prince, Tommy Narisworo, recent plan to relocate Harjakartan capital to a new place is hindered by lack on knowledge about nation among Harjakartan citizens.

Beforehand (12/02), Harjakartan Statistics Commission (Kemantrenan Statistik Harjokarto) had held a nationwide survey on national and general knowledge, and citizens personal data, after an order from the Great Prince. The survey results will be used for consideration on future political, social, and economic decisions, which includes the proposed relocation of Harjakartan capital and claim on new regions.

Survey results published later showed that knowledge about Harjakarta had received lowest result from all data indicators, merely passing the threshold previously set by the commission. Other two indexes were deemed satisfactory.

The Great Prince expressed his disappointment on the lack of national knowledge among the citizens. He further explained that social and political issues that will affect the country may occur if capital relocation to a new landclaim proceed further.

Responding on the survey results, the Great Prince will consider establishment of new landclaims without relocation of the capital, and to plan a guideline and policy to strengthen citizens knowledge on Harjakarta.

Rencana Pemindahan Ibukota Harjakarta Terganjal Hasil Survei Wawasan Kebangsaan

Bendera Harjakarta

(Harjakarta) – Rencana Pangeran Agung Harjakarta untuk memindahkan ibukota ke wilayah baru terganjal akibat belum tingginya wawasan kebangsaan penduduk terhadap tanah air Harjakarta.

Sebelumnya (12/02), Badan Statistik Harjakarta (Kemantrenan Statistik Harjokarto) telah menindaklanjuti arahan Pangeran Agung untuk melakukan pendataan tentang wawasan kebangsaan, pengetahuan umum, dan karakteristik pribadi penduduk. Hasil pendataan tersebut akan digunakan sebagai pertimbangan dalam mengambil kebijakan politik, sosial, dan ekonomi, termasuk rencana pemindahan ibukota dan klaim daerah baru.

Hasil pendataan menunjukkan bahwa wawasan kebangsaan mendapatkan indeks terendah dari seluruh data, yang hanya sedikit melampaui ambang batas yang telah ditetapkan. Sementara itu, dua indeks lainnya dianggap telah mencukupi standar.

Pangeran Agung menyatakan rasa terkejut dengan kurangnya wawasan kebangsaan. Pangeran Agung menyatakan bahwa masalah sosial dan politik yang memengaruhi stabilitas negara dapat terjadi apabila pemindahan ibukota ke lokasi baru yang belum pernah sama sekali menjadi daerah Harjakarta tetap dilanjutkan.

Pangeran Agung kemudian menyatakan akan mempertimbangkan pembaharuan klaim daerah tanpa pemindahan ibukota, serta akan merencanakan tindak lanjut serta cara strategis untuk meningkatkan wawasan kebangsaan rakyat Harjakarta.