Daily Archives: 10 July 2020

Constitution Amendment Act to be Ratified in Mid-July

Laporan Falalia (11/07) – Falalian parliament has confirmed that the draft of the State Constitution Amendment Act No. 1/2020 is ready to be ratified in mid-July as scheduled.

“The draft is ready,” Deputy Speaker of the People’s Assembly (PA), Putra Maramis confirmed. Ministry of Law and Human Rights later also confirmed the completion of the draft on the same day.

According to Maramis, deliberations to complete the draft was surprisingly smooth with no notable hindrance that may set back the completion deadline. This was despite attendance of the Supreme Advisory Council (DPA) and the Monarch, represented by His Royal Highness King Muhammad I, on the deliberative assembly.

The draft is also successfully completed before the deadline. The PA initially set the deadline for the conclusion of the State Constitution Amendment Bill on 14 July 2020.

“The Bill Must Be Reviewed

Although the King consented the bill would receive his assent on 14 July 2020, the King also declared that he would personally review each articles of the bill beforehand. The King declares that a review is necessary to check the impartiality and possible interpretation of the articles, and a revision to articles that perceived to not to favour the people is required before the assent.

Deputy Speaker Maramis guarantees that the PA, alongside the DPA and the King would requires a very short period to review the bill. Maramis said that the the time limit is required so the PA could continue with its next parliamentary agenda and proposed bills.

“We have finished the deliberations on the first Act after the Reform. The draft needs to be reviewed by the King and the DPA before His Majesty granted his assent. I believe that this is necessary so the Act shall not have a problematic article that may affected its execution in the future,” concluded Maramis.

Pembahasan Telah Rampung, RUU Amandemen Konstitusi Negara Siap Diresmikan Pada Pertengahan Juli

Halaman Judul RUU Prosedur Amandemen Konstitusi Negara Nomor 01 Tahun 2020

Laporan Falalia (11/07) — Nampaknya pembahasan Rancangan Undang – Undang (RUU) Nomor 1 Tahun 2020 tentang Prosedur Amandemen Konstitusi Negara telah rampung sepenuhnya.

Hal ini seperti yang diungkapkan oleh Wakil Ketua Majelis Rakyat, Putra Maramis kepada awak media. Di mana Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia membenarkan soal perkara ini.

Menurutnya, walaupun perdebatan tentang RUU tersebut diikuti oleh 3 lembaga negara sekaligus, yaitu Dewan Pertimbangan Agung (DPA), Majelis Rakyat (MR) dan Yang Mulia Raja. Ternyata dapat berlangsung dengan sangat lancar, tanpa ada kendala sama sekali.

Bukan cuma itu, dia menambahkan bahwa pembahasan RUU ini sukses selesai pada waktu yang tepat, sesuai target yang ditetapkan sebelumnya. Kemudian RUU Amandemen Konstitusi Negara ini siap diresmikan pada tanggal 14 Juli 2020.

Harus Dikaji Ulang

Meskipun RUU ini akan diresmikan pada tanggal 14 juli 2020. Faktanya, Raja dan lembaga terkait harus mengkaji ulang semua materi yang ada pada peraturan tersebut. Sebab dikhawatirkan masih ada sebuah pasal yang berat sebelah dan tidak berpihak kepada masyarakat.

Namun Putra Maramis mengatakan ketiga lembaga tersebut berjanji, lamanya waktu pengkajian ulang materi Rancangan Undang – Undang berlangsung sangat singkat, yaitu 2 hari. Dengan sebab supaya nantinya Majelis Rakyat dapat memfokuskan diri untuk merumuskan produk legislatif lainnya.

” Memang pada hari ini kami sudah menyelesaikan pembahasan tentang Undang – Undang pertama Kerajaan Falalia pasca reformasi. Akan tetapi, peraturan tersebut harus dikaji ulang oleh Raja dan Dewan Pertimbangan Agung dalam waktu paling lama 2-3 hari sebelum diresmikan. Tujuannya ialah supaya tidak ada pasal yang tidak jelas dan merugikan masyarakat”, tutup Putra Maramis.

Falalia King Appointed Prince Haikal as New Deputy Chair of Council of Ministry

Laporan Falalia (08/07) — The Supreme Leader of Falalia, His Majesty King Muhammad I Shah has appointed Senior Prince, Haikal Darunnajmi, as new Deputy Chair of Council of Ministry on July, 3 2020.

The procession of inauguration took place in Victory Palace for 3 hours, and attended by some important officials such as Deputy Chair of People Council, Putra Maramis. With regard to health protocol.

After the inauguration has done. His Majesty King Muhammad I told the media that he advised Prince Haikal to carry out his duties as Deputy Chair of Council of Ministry as well as possible. He also warned Haikal not to use the position for personal interest. Because it will affect the peoples of Falalia, directly or indirectly.

” Alhamdulilah, today we have been finished the inauguration process. I hope the new deputy use his position for the peoples, not personal interest. Because i believe it will affect the peoples life’s” said H.M Muhammad I Shah

Raja Falalia Melantik Pangeran Haikal Sebagai Wakil Ketua Dewan Menteri

Ilustrasi Proses Pelantikan Wakil Ketua Dewan Menteri

Laporan Falalia (08/07) – Pemimpin agung Falalia, Yang Mulia Muhammad I Shah, pada tanggal 3 Juli kemarin telah mengangkat sekaligus melantik Pangeran Senior Haikal Darunnajmi sebagai Wakil Ketua dari Dewan Menteri.   

Proses pelantikan tersebut berlangsung pada Istana Kejayaan selama 3 jam dan dihadiri oleh beberapa tokoh penting, seperti salah satunya adalah Wakil Ketua Majelis Rakyat Putra Maramis. Dengan sangat memperhatikan protokol kesehatan.

Setelah pelantikan tersebut selesai, Raja Muhammad I mengatakan kepada awak media bahwa dirinya berpesan supaya Pangeran Haikal menjalankan tugasnya sebagai Wakil Ketua dengan sebaik mungkin.

Beliau juga mengingatkan agar jabatan tersebut jangan dipergunakan untuk kepentingan pribadi. Karena secara langsung atau tidak langsung akan berpengaruh terhadap kehidupan masyarakat.

” Alhamdulilah, prosesi pelantikan telah berjalan sangat lancar. Saya mengharapkan kepada Wakil Ketua Dewan Menteri yang baru untuk menjalankan tugas sebaik mungkin dan jangan sampai jabatannya tersebut disalahgunakan. Dikhawatirkan nantinya akan berpengaruh terhadap kehidupan masyarakat, baik langsung maupun tidak langsung” ujar Yang Mulia Raja Muhammad I.