Daily Archives: 24 June 2020

Bengkuring City Dilanda Bencana Banjir

Wathan RDSJ, 24/05 – Ibukota Jomblonisme, Bengkuring City kembali dilanda banjir besar pada 23 Mei kemarin. Banjir ini menyebabkan kerusakan parah di beberapa daerah Bengkuring City.

Berdasarkan laporan warga, banjir pertama kali muncul pada pukul 02.00 WITA, sehingga mengejutkan warga yang sedang beristirahat. Tanda darurat langsung dibunyikan oleh otoritas Bengkuring City, yang langsung dengan sigap membantu warga mengungsi.

Pemerintah Jomblonisme menyatakan bahwa banjir kali ini disebabkan oleh tingkat curah hujan yang sangat tinggi dibandingkan rata-rata bulanan, sehingga menyebabkan muka air di Bengkuring City meluap.

Laporan terbaru menyatakan bahwa banjir semakin meninggi pada 24 Mei, sehingga memaksa warga Bengkuring City untuk mengungsi keluar dari rumah. Pemerintah Jomblonisme yang memerintahkan pengosongan permukiman, menempatkan sementara warga di masjid dan rumah-rumah warga yang tidak terdampak banjir.

Presiden Jomblonisme, Eri Septio menyatakan bahwa ia telah memerintahkan seluruh otoritas Jomblonisme untuk bersiaga meringankan kesusahan rakyat. Presiden Eri juga diketahui turun langsung membantu proses evakuasi dan pengungsian warga di Bengkuring City.

Falalian King Orders Postponement of New Acts After Audience with People’s Council

Laporan Falalia, 24/06 – King of Falalia, Muhammad I Shah, has concluded a royal audience with members of the People’s Council, today (24/06). On the audience, the King orders the People’s Council to postpone the ongoing parliament debate on 3 proposed laws on animal rights, national currency, and national institution.

On his order, the King said that the parliament should instead prioritise other acts he deemed more urgent to be passed in present times. “Those laws [more urgent to be passed now] are on procedure of constitutional amendment and national laws … because all of our future regulations would derived from those acts,” argued the King.

After receiving the King’s order, members of the People’s Council declared their adherence to his order and agreed to postpone debate on the 3 laws.

People’s Council Proposed a Constitutional Amendment

On the same audience, Deputy Speaker of the People’s Council, Putra Maramis proposed a constitutional amendment to the King, despite the new constitution was only ratified two weeks ago.

According to Putra, he discovered several problematic articles on the constitution and proposed simplification on those articles. He explicitly declare articles on royal institutions as one of those articles with issues. “Yes, our constitution still lack clarity on several articles, for instance articles concerning government institutions,” said Putra.

After hearing Putra’s proposal, the King orders Putra and several parliament members to have a second audience with him in the upcoming week. Putra are ordered to explain his reason and urgency on amending the constitution on the second audience.

Raja Meminta Penundaan Pembahasan Undang-undang Selepas Audiensi dengan Majelis Rakyat

Laporan Falalia, 24/06 – Raja Falalia, Muhammad I Shah, telah selesai melaksanakan audiensi dengan seluruh anggota Majelis Rakyat (MR) hari ini (24/06). Dalam audiensi tersebut, Raja meminta MR untuk menunda pembahasan tiga undang-undang (UU), yaitu undang-undang terkait perlindungan hewan, mata uang, serta lembaga negara.

Dalam pernyataannya, Raja menganggap bahwa masih banyak peraturan yang lebih mendesak untuk dibahas masa ini selain ketiga undang-undang tersebut. “Peraturan [yang lebih utama dibahas kali ini] adalah tentang prosedur amendemen konstitusi serta peraturan undang-undang … karena semua pasal undang-undang tersebut akan menjadi dasar bagi penyusunan produk hukum di negara ini,” titah Raja kepada anggota MR pada audiensi tersebut.

Setelah menerima titah Raja terkait penundaan pembahasan UU, anggota MR menyatakan persetujuannya dan setia terhadap titah Raja untuk membahas UU yang diperintahkan Raja pada sidang MR selanjutnya.

Majelis Rakyat Meminta Amendemen Konstitusi

Pada audiensi yang sama, Wakil Ketua MR, Putra Maramis menyampaikan permintaan kepada Raja untuk mengamendemen konstitusi Falalia yang baru disahkan dua pekan lalu.

Menurut Putra, masih banyak pasal yang rancu dan dapat dikurangi oleh anggota pemerintahan. Satu pasal yang ia sebutkan ketika menyampaikan permintaannya adalah pasal mengenai fungsi Raja sebagai lembaga utama. “Ya, di dalam konstitusi kita masih banyak hal yang tidak diatur dengan jelas, contohnya [pasal] tentang lembaga pemerintahan,” tutur Putra.

Setelah mendengar pernyataan Putra, Raja meminta Putra dan anggota inti MR kembali beraudiensi dengannya di masa mendatang untuk menyampaikan alasan dan kegentingan permintaan amendemen konstitusi tersebut.