Category Archives: Majelis Umum | General Assembly

AIM Symbols Guidelines Made Official

AIM Flag, one of the symbols regulated on the guidelines

AIMNN, 20/05 – Association of Indonesian Micronations (AIM) Symbols Guidelines has passed General Assembly votes to be made official today (20/05). The proposed guidelines received unanimous support from member states. The guidelines will regulate AIM symbols and its usage by the organisation and member states.

The guidelines recognises five symbols as official. Those symbols are the flag, emblem, anthem, slogan, and official cities. The guidelines provides description on symbol’s history, meaning, and usage regulations.

Organisation slogan “Bhinneka Tunggal Ika” (English: Unity in Diversity) was recognised for the first time as official, despite it was already in use since AIM founding in 2011, even depicted in AIM logo from 2011 until 2014.

AIM also recognises official cities, with Tian Generations Place as honorary capital, and capital of state chairman is set to be administrative centre. Recognition of Tian Generations Place as honorary capital is one AIM effort to pay homage to Tian Abdurrahman (1994-2019), as it was the first capital city of Bobodolands Federation (2011-2012), his first micronation.

AIM member states are expected to adhere to the symbol guidelines when using AIM symbols in the future.

Harjakarta Called for Drafting Committee

Beforehand, a drafting committee was formed and successfully working on the guidelines draft in a period between 7 May until 13 May 2020. Members of the drafting committee were Joel Wijaya of Halenesia, Aaron Penyami and Arda Mudarso of Neuborrnia-Merientalia, and Muhammad Iqbal from Falalia.

The drafting committee was proposed by Chairman Harjakarta as an effort to increase new member states participation in AIM lawmaking and resolution-drafting process.

In general, composition of AIM laws were performed inside the General Assembly. The final draft was later perfected by the Correspondence Department by member states consent before ratification.


Advertisement

Panduan Simbol AIM Diresmikan

Bendera AIM, satu dari lima simbol organisasi yang diatur pada Panduan Simbol

AIMNN, 20/05 – Panduan Simbol Asosiasi Negara Mikro se-Indonesia (AIM) resmi berlaku setelah mendapatkan sokongan penuh terhadap pengesahannya dari negara anggota pada sidang Majelis Umum hari ini (20/05). Panduan tersebut akan menjadi dasar aturan dari penggunaan simbol AIM bagi organisasi dan negara anggota.

Panduan tersebut mengakui lima simbol organisasi, yaitu bendera, lambang, lagu organisasi, semboyan, serta kota-kota simbolis. Panduan tersebut memberikan penjelasan tentang sejarah simbol, makna, serta mengatur tata cara penggunaannya.

Semboyan organisasi “Bhinneka Tunggal Ika” untuk pertama kalinya diakui secara tertulis sebagai simbol resmi AIM, walaupun telah digunakan sejak pendirian AIM pada Juli 2011 dan menjadi bagian logo organisasi dari tahun 2011 hingga 2014.

AIM juga menetapkan kota penting sebagai simbol organisasi, yaitu Tian Generations Place yang diakui sebagai ibukota simbolis, serta ibukota negara ketua yang dinyatakan sebagai pusat administrasi AIM. Tian Generations Place merupakan nama ibukota pertama Federasi Bobodolands (2011-2012), negara mikro pertama yang dipimpin oleh mendiang Tian Abdurrahman (1994-2019). Pengakuan ini merupakan komitmen organisasi untuk memberikan penghormatan kepada Tian.

Panduan simbol ini diharapkan dapat menjadi sumber utama bagi negara anggota serta institusi apabila memerlukan penggunaan simbol AIM di kemudian hari.

Gagasan Regu Penyusun

Sebelumnya, sebuah regu penyusun naskah telah dibentuk dan berhasil menyelesaikan naskah awal panduan tersebut semasa kerjanya dari tanggal 7 Mei hingga 13 Mei 2020. Anggota regu penyusun terdiri dari Joel Wijaya dari Halenesia, Aaron Penyami dan Arda Mudarso dari Neuborrnia-Merientalia, serta Muhammad Iqbal dari Falalia.

Pembentukan regu penyusun ini merupakan gagasan negara ketua Harjakarta yang sebelumnya meminta penyusunan aturan simbol AIM, dan merupakan usaha untuk lebih melibatkan negara anggota, khususnya anggota baru dalam penyusunan naskah hukum organisasi.

Pada umumnya, proses penyusunan naskah organisasi langsung dilakukan pada sidang Majelis Umum AIM. Pembahasan dilakukan sampai selesai, dan naskah disahkan oleh Majelis Umum setelah dirapikan oleh Departemen Korespondensi Sekretariat.


Eri Septio Appointed AIM Secretary General

Flag of Jomblonisme, home state of Eri Septio.

AIMNN, 02/05 – Jomblonisme President, Eri Septio, officially appointed as the Secretary General of the Association of Indonesian Micronations (AIM) on the General Assembly meeting session took place today (02/05). Eri Septio received unanimous support from member states on the vote.

Eri Septio was proposed by the new AIM Chairman, Harjakarta, to replace Nabil Ihsan that had his office term expired on April 2020. Prior to the vote, member states expressed their support for the nomination, as they believe Eri could satisfy the demands of the duty.

After the vote, member states in succession congratulates Eri appointment. Responding on numerous support for his nomination, Eri commented, “Thank you to Harjakarta for congratulate and motivate me, and to Nabil Ihsan for his encouragement to his successor”.

Eri will still hold a private meeting with his predecessor, Nabil Ihsan, on these weeks. Harjakartan Prince, Tommy Narisworo also reiterates the necessity to continue learning from his predecessor so he can perform his job better.

On upcoming week, Eri are expected to appoint department heads for the AIM Secretariat, to support his job as the secretary general. Calls to reappoint Nabil Ihsan for secretarial department office was also made by member states.

AIM Secretary General is the highest leadership reserved to an individual on the organisation. Secretary general duty is to perform secretarial works of AIM, and also to support the chairman. Secretary general headed the Secretariat, itself comprised of public relations, archives, and correspondency departments.

Eri Septio Ditunjuk Sebagai Sekretaris Jenderal AIM

Bendera Jomblonisme, negara asal Eri Septio.

AIMNN, 02/05 – Presiden Jomblonisme, Eri Septio telah resmi menjabat sebagai Sekretaris Jenderal Asosiasi Negara Mikro se-Indonesia (AIM) dalam sidang Majelis Umum AIM hari ini (02/05). Pada sidang tersebut, Eri Septio mendapatkan dukungan bulat dari seluruh negara anggota untuk menjabat sebagai sekretaris jenderal.

Eri Septio sebelumnya diusulkan oleh Ketua AIM, Harkajarta untuk menggantikan Nabil Ihsan sebagai sekretaris jenderal yang masa jabatnya habis pada April kemarin. Usulan tersebut mendapat sambutan luas, terutama karena Eri dipandang sebagai orang yang tepat untuk menduduki jabatan sekretaris jenderal.

Setelah Majelis Umum meluluskan pengusulan Eri, ucapan selamat kepada Eri berlimpah di dalam majelis. Membalas ucapan selamat dari para delegasi, Eri menjawab “Terima kasih khususnya kepada Harjakarta yang suidah memberi selamat dan nasihat, serta kepada Nabil Ihsan yang sudah memberi semangat kepada penerusnya”.

Pascapelantikan, Eri masih akan melakukan beberpa pertemuan pribadi dengan sekretaris jenderal sebelumnya, Nabil Ihsan. Pangeran Harjakarta, Tommy Narisworo mewakili negara ketua juga menekankan akan perlunya Eri untuk terus belajar demi dapat bekerja dengan lebih baik lagi.

Dalam sepekan ini, diperkirakan Eri akan mengumumkan nama-nama kepada departemen Sekretariat yang akan membantunya menjalankan tugas sekretaris jenderal. Terlebih setelah beberapa negara anggota meminta supaya Nabil Ihsan tetap diperbantukan dalam kesekretariatan.

Sekretaris Jenderal AIM adalah posisi pejabat AIM yang ditempati perorangan dan bertugas menjalankan kegiatan kesekretariatan organisasi. Sekretaris jenderal mengepalai Sekretariat Umum yang tersusun dari departemen hubungan masyarakat, pengarsipan, serta korespondensi.

Harjakarta Becomes AIM Chairman

New Chair of AIM, Harjakarta.

AIMNN, 01/05 – Praja Harjakarta officially becomes the new Chair of the Association of Indonesian Micronations (AIM), replacing Falalia that had its term of office expired on last April. The handover ceremony took place on the General Assembly session today (01/05).

Harjakarta is the next in line after Falalia on the rotation system of AIM Chairmanship, designated alphabetically according to full member states list.

Harjakarta followed Falalia as the new chairman under the new office term period as amendment of the Charter passed on April 2020. The current term see the office term reduced from 6 months to 4 months.

On accepting his country new responsibility to the organisation, Harjakartan Great Prince Tommy Narisworo said, “My gratitude is for Falalia. Harjakarta will accept the mandate and continue our progress, but I must remind all that I cannot do it alone. Let us build our AIM together!”.

New Secretary General Announced

Nabil Ihsan’ term as secretary general will also end following the termination of Falalia. Beforehand, he already announced to the community that he wishes to not to be reappointed as secretary general for another term, as he hopes for a regeneration process would be started by the new secretary general.

To honour Nabil’s wishes to not to reappoint him, Harjakarta has proposed Eri Septio of Jomblonisme for the new secretary general replacing Nabil. A vote to confirm the new secretary general is planned to take place tomorrow (02/05).

Secretary general is appointed by the chairman, and its office term also mirrored chairman office term. AIM regulation requires new chairman to confirm the secretary general, whether by reappointing the secretary general of the previous term, or to appoint the new individual.

Harjakarta Resmi Menjabat Ketua AIM

Bendera Harjakarta, Ketua baru AIM.

AIMNN, 01/05 – Praja Harjakarta telah resmi menjadi Ketua Asosiasi Negara Mikro se-Indonesia (AIM), setelah masa jabat ketua sebelumnya, Falalia, habis pada akhir bulan April kemarin. Serah terima pejabat ketua baru dilakukan pada sidang Majelis Umum hari ini (01/05).

Harjakarta merupakan negara anggota setelah Falalia pada sistem pergiliran negara ketua AIM yang mengurutkan giliran ketua bagi negara mikro anggota penuh secara afabetis.

Harjakarta mengikuti falalia sebagai negara ketua di bawah sistem waktu masa jabat baru yang ditetapkan pada amendemen AD-ART yang diresmikan April lalu, yang dikurangi dari 6 bulan menjadi 4 bulan.

Saat menerima giliran negara ketua selanjutnya, Pangeran Agung Harjakarta Tommy Narisworo menyatakan “Terima kasih Falalia, Harjakarta akan menerima mandat dan meneruskan membangun AIM, tapi tidak bisa tanpa bantuan semuanya. Mari membangun AIM bersama!”.

Sekretaris Jenderal Baru Diumumkan

Masa jabat Sekretaris Jenderal AIM Nabil Ihsan juga selesai berikutan dengan selesainya masa jabat Falalia. Sebelumnya, ia menyatakan tidak bersedia dipilih kembali sebagai sekretaris jenderal demi memulai regenerasi di AIM.

Negara Ketua Harjakarta mengusulkan Eri Septio dari Jomblonisme sebagai sekretaris jenderal baru, menggantikan Nabil Ihsan yang tidak bersedia ditunjuk kembali. Pemungutan suara terhadap usulan sekretaris jenderal baru akan dilaksanakan besok (02/05).

Jabatan sekretaris jenderal memiliki masa jabat sewaktu dengan negara ketua, sehingga negara ketua baru harus mengumumkan sekretaris jenderal untuk menjabat bersamanya.

AIM Museum Officially Launched

AIMNN, 01/05 – Association of Indonesian Micronations (AIM) Museum has been officially launched by Chairman Falalia on the General Assembly session today (01/05). The launching of the publicly-accessible Museum website follows the ceremony afterwards.

The online museum will exhibit artifacts and archives of members and former member states of AIM. The museum will also curate archives on important events in Indonesian micronational community, such as on 2012 LIR Union Summit and on Ivanesian conflicts in 2014.

The museum are expected to become a learning source on Indonesian micronational community, especially on members of AIM. The museum will also serve as the archive base for member state.

After the launching, General Assembly delegates expressed their joy on welcoming the newest institution of AIM. Excellent President Theodorus Diaz also said “I’m very thankful on the launching of this museum, because it could exhibit our creations and current progress of the Indonesian micronational community”.

Proposal for establishment of a museum was first appeared in the General Assembly on early April 2020, and passed assembly voting in 22 April session. The launching became the last for the Chairman Falalia before the end of its chairmanship term this May.

To visit the museum, you can access this link.

Museum AIM Diresmikan

AIMNN, 01/05 – Museum Asosiasi Negara Mikro se-Indonesia (AIM) telah diresmikan oleh Ketua AIM Falalia pada sidang Majelis Umum AIM hari ini (01/05). Peresmian tersebut bersamaan dengan diluncurkannya alamat situs museum daring yang bisa diakses publik.

Museum tersebut memuat artefak dan arsip utama dari negara-negara anggota dan negara bekas anggota AIM. Museum tersebut juga memamerkan arsip mengenai peristiwa penting komunitas mikronasional Indonesia, seperti Pertemuan LIR Union 2012 serta konflik Ivanesia 2014.

Museum tersebut berfungsi sebagai wahana untuk mempelajari komunitas mikronasional Indonesia, terkhusus pada masing-masing negara yang termuat pada museum maya tersebut. Di samping itu, museum tersebut dapat menjadi pusat tampungan arsip bagi masing-masing negara anggota.

Setelah peluncuran Museum AIM, delegasi Majelis Umum mengucapkan rasa syukur serta bahagianya. Pemimpin Excellent Theodorus Diaz juga mengatakan “Saya bersyukur atas peluncuran museum ini karena bisa mendokumentasikan hasil karya kita semua serta kemajuan dalam sektor Indonesia”.

Usulan pendirian museum ini diajukan dalam Majelis Umum AIM pada awal bulan April, dan diluluskan pada 22 April kemarin. Peresmiannya menjadi kebijakan terakhir Ketua Falalia sebelum penyerahan kepengurusan kepada Harjakarta, yang menggantikannya pada Mei ini.

Pembaca boleh mengunjungi Museum Daring AIM melalui tautan ini.

Al-Muqaddimah Becomes AIM Full Member State

Muqaddiman flag

AIMNN (29/04) – AIMNN (29/04) – Kingdom State of Al Muqaddimah has been accepted to become AIM full member states. Votes taken today evening (29/04) affirming member states support for Muqaddiman membership.

Al-Muqaddimah is an Indonesian micronation founded on 1 January 2014. The Islamic monarchy is currently ruled by Allero I. Al-Muqaddimah was accepted as AIM observer state in 20 March 2020.

On the last General Assembly session (20/04), Muqaddiman request for full membership status advancement was rejected, the very first time occurred in AIM. This also has set a new precedent on the future events should another observer state membership advancement request is rejected by the general Assembly.

Al-Muqaddimah Diterima sebagai Anggota Penuh AIM

Bendera Al-Muqaddimah

AIMNN (29/04) – Negara Kerajaan Al-Muqaddimah telah diterima menjadi anggota penuh Asosiasi Negara Mikro se-Indonesia (AIM. Hasil pemungutan suara yang diadakan pada sidang Majelis Umum hari ini (29/04) menunjukkan dukungan negara anggota atas negara Al-Muqaddimah.

Al-Muqaddimah adalah sebuah negara mikro Indonesia yang berdiri pada 1 Januari 2014. Negara tersebut dipimpin oleh Abdullah Allero I dalam lingkup negara monarki Islam. Al-Muqaddimah telah menjadi pengamat AIM sejak 20 Maret 2020 lalu.

Pada 20 April lalu, permohonan status keanggotaan penuh Al-Muqaddimah ditolak oleh Majelis Umum. Peristiwa tersebut merupakan yang pertama kalinya terjadi di AIM, serta memberikan preseden baru bagi kasus negara pengamat yang gagal mendapatkan penaikan status.