Monthly Archives: April 2020

Pejaten Dissolved, Leaders Promised New Micronational Project

“This is the end. We express our gratitude for your participation and support on the last three years. Good bye”

AIMNN (04/04) – Pejaten Republic has declared its disbandment today afternoon (04/04). Notification on the disbandment was sent by leader Aaron Penyami to the General Assembly of the Association of Indonesian Micronations (AIM) yesterday (03/04).

On the dissolution declaration, Aaron declared that inactivity is the main reason of his decision to disband Pejaten. Aaron has long complained on the decline of Pejaten activities and citizens’ participation in national politics

Aaron also promised that he will form a new micronation to succeed the Pejaten Republic. He said that the preparation period will take place for several months, while June-August 2020 is the most probable time an establishment ceremony of the new micronation will take place.

Former Pejatenian identities and characteristics would not be used by the new nation project, exception on the historical artefacts, cultural system, demography, and language that would be preserved.

“Former Pejaten citizens that wishes to participate on the new nation project must register themselves,” Aaron concluded.

AIM Farewell with Pejaten

As the first community to receives news on Pejaten dissolution, AIM must once more bid farewell with one of its member state.

Excellent leader Theodorus Diaz expressed his gratitude to Pejaten on their contributions to the organisation, while Jomblonisme president Eri Septio wishes for the success of the transition as Aaron has planned.

“How sad to see Pejaten dissolved. We bid a good luck for ex-Pejaten citizens in pursuing their next endeavour,” wrote William Timothy of St. John during his farewell with Pejaten.

Pejaten membership status in AIM has also been revoked after the resolution on the revocation was passed during an emergency session of the General Assembly yesterday (03/04). Despite on that, Aaron still allowed to attend General Assembly sessions. A possibility to acccelerate Aaron’s new country membership application after its establishment is also in consideration.

Pejaten Menyatakan Pembubaran Diri

AIMNN (04/04) – Pemerintah Republik Pejaten telah membubarkan diri pada siang hari ini (04/04). Pemberitahuan pembubaran telah dikirim oleh pemimpin Pejaten Aaron Penyami kepada Majelis Umum Asosiasi Negara Mikro se-Indonesia (AIM) kemarin (03/04).

Pada surat tersebut, Aaron menyatakan bahwa ketidakaktifan Pejaten menjadi alasan terbesar dalam keputusannya untuk membubarkan negara. Terlebih sudah beberapa lama Aaron melaporkan semakin turunnya kegiatan Pejaten yang disebabkan rendahnya keikutsertaan warganegara Pejaten dalam aktivitas negara.

Namun, Aaron juga menjanjikan bahwa Ia akan mendirikan negara baru setelah Republik Pejaten. Ia menyatakan bahwa masa peralihan dan persiapan menuju negara baru akan dilakukan selama beberapa bulan, dan perkiraan waktu pelaksanaan upacara deklarasi negara baru tersebut adalah antara bulan Juni-Agustus 2020.

Surat tersebut juga menerangkan bahwa seluruh identitas Pejaten tidak akan digunakan kembali pada proyek negara baru tersebut. Pengecualian pada hal ini adalah pada artefak sejarah, sistem kebudayaan, demografi, dan kebahasaan, yang akan tetap dipertahankan di negara baru.

“Warganegara Pejaten yang ingin ikut serta dalam negara baru tersebut tetap harus mendaftar ulang,” tutup Aaron.

AIM Berpisah dengan Pejaten

Sebagai kumpulan pertama yang menerima kabar pembubaran Pejaten, AIM turut dalam duka harus berpisah dengan satu negara mikro anggotanya.

Pemimpin Excellent Theodorus Diaz menyatakan terima kasihnya kepada Pejaten atas sumbangsih dalam organisasi, sementar pemimpin Jomblonisme Eri Septio mengharapkan kelancaran transisi menuju negara baru sebagaimana direncanakan Aaron.

“Sangat sedih melihat Pejaten dibubarkan. Kami ucapkan semoga sukses dan beruntung untuk semua mantan WN Pejaten dalam mengikuti jalur mereka sendiri secara mandiri,” tulis William dari St. John, ketika berpamitan dengan Pejaten.

Keanggotaan Pejaten dalam AIM juga telah resmi dicabut setelah resolusi pencabutan keanggotaan negara tersebut diluluskan dalam diskusi darurat pada Rapat Umum kemarin (03/04). Walaupun begitu, Aaron tetap diizinkan untuk menghadiri rapat Majelis Umum, pula ada kemungkinan permohonan keanggotaan negara barunya dipercepat di waktu mendatang.

Jomblonisme and Sofidelonia Accepted as AIM Full Members

AIMNN (03/04) – Socialist Democratic Republic of Jomblonisme and Confederation of the Kingdom of Sofidelonia has been accepted as full members of the Association of Indonesian Micronations (AIM) after full support expressed by the General Assembly on the assembly session yesterday (02/04).

Both member states has passed waiting period for full membership status attainment. Jomblonisme and Sofidelonia also has been judged to satisfy all other conditions that allowed them to request for the status.

After Jomblonisme accession as full member state, leader Eri Septio commented “Praise to God, it is a blessing from Him that we finally attain full membership status […] I hope AIM will always moving forward.” He also expressed his gratitude to all leaders and fellow members of AIM. Sofidelonian King Sean I also expressed his gratitude and commented that the accession is “a celebratable event.”

Jomblonisme is a socialist micronation founded in 2018 and located in East Kalimantan, while Sofidelonia is a confederal kingdom formed in 2019. Both countries has been the observer of the Association since January 2020. After the accession of both countries, AIM full members has become 9 member states.

Jomblonisme dan Sofidelonia Menjadi Anggota Penuh AIM

AIMNN (03/04) – Republik Demokratik Sosialis Jomblonisme dan Kerajaan Sofidelonia telah ditetapkan menjadi anggota penuh Asosiasi Negara Mikro se-Indonesia (AIM) setelah Majelis Umum menyatakan dukungan bulat terhadap pengubahan status keanggotaan kedua negara tersebut, pada Kamis kemarin (02/04).

Kedua negara tersebut telah melewati masa wajib sebagai pengamat Asosiasi dengan baik. Selain itu, Jomblonisme dan Sofidelonia juga dianggap telah memenuhi syarat-syarat lainnya untuk dapat mengajukan perubahan status menjadi anggota penuh.

Setelah penaikan status keanggotaannya diterima, pemimpin Jomblonisme Eri Septio mengeluarkan pernyataan tertulis “Alhamdulillah, ini rezeki dari Allah SWT untuk penaikan status keanggotaan penuhnya […] semoga ke depan AIM maju terus pantang mundur.” Iapun juga mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada segenap pemimpin dan negara anggota AIM. Sementara, pemimpin Sofidelonia Sean I menyatakan rasa bahagianya bahwa penaikan status negaranya adalah satu hal yang patut dirayakan.

Jomblonisme adalah sebuah negara sosialis yang berdiri pada tahun 2018, sementara Sofidelonia yang merupakan konfederasi kerajaan terbentuk pada tahun 2019. Kedua negara tersebut telah menjadi pengamat Asosiasi sejak akhir Januari 2020. Setelah penambahan kedua negara tersebut, jumlah anggota penuh Asosiasi telah menjadi 9 negara.

Muqaddiman New Prime Minister Began First Week on Office

Muqaddiman King with the new Prime Minister, Moch Gandra.

AIMNN (02/04) – Muqaddiman new prime minister, Moch Gandra Al-Ghazali, has began his first week on office, after his inauguration in front of the King, Abdullah Allero I, yesterday (01/04).

Moch Gandra appointment as the prime minister was made after the King impeached his predecessor, Moch Nabil, on 20 March. The royal intervention was done because of Moch Nabil bad working performance that resulted in public protest, especially after an allegation of corruption that further incited protests.

After the impeachment, the King decided to govern the country on his own temporarily, while preparing the country for the successor he already appoint beforehand. Moch Gandra already received the royal decree on his appointment in 21 March, yet his inauguration was only took place in 1 April yesterday, awaiting King’s approval for the ceremony to proceed.

Moch Gandra’s term as the prime minister will be judged on how he responds on the Covid-19 spread in his home country. Recently, Muqaddiman autority had closed the state border and restrict public activities to prevent the spread of the disease. These policies are expected to be continued by Moch Gandra.

Raja Al-Muqaddimah Menunjuk Perdana Menteri Baru

Raja Al-Muqaddimah bersama Perdana Menteri baru, Moch Gandra.

AIMNN (02/04) – Perdana Menteri baru Al-Muqaddimah, Moch Gandra Al-Ghazali, telah memulai pekan pertamanya bekerja sebagai perdana menteri, setelah ia dilantik untuk posisi tersebut oleh Raja Abdullah Allero I pada Rabu kemarin (01/04).

Penunjukan Moch Gandra sebagai perdana menteri baru adalah keputusan Raja setelah memakzulkan perdana menteri sebelumnya, Moch Nabil pada 20 Maret lalu. Pemakzulan tersebut dilakukan karena kinerja Moch Nabil yang buruk, terlebih setelah adanya tuduhan tindak korupsi yang dilakukan olehnya.

Setelah pemakzulan Moch Nabil, Raja memutuskan untuk mengambil alih sementara pemerintahan negara secara langsung. Karenanya, Moch Gandra yang telah menerima titah penunjukannya sebagai perdana menteri pada 21 Maret, baru dilantik pada 1 April kemarin.

Tugas-tugas berat telah menunggu perdana menteri Moch Gandra saat ini, terutama adalah untuk melakukan penanganan penyebaran wabah Covid-19 di teritori Al-Muqaddimah. Pada akhir Maret lalu, pemerintah Al-Muqaddimah telah menutup perbatasan negara dan membatasi aktivitas umum. Kebijakan tersebut tetap akan dilanjutkan di bawah kepemimpinan Moch Gandra.